Pro-Kontra Kereta Gantung Rinjani

0
394
tolak-kereta-gantung-rinjani

Bupati Lombok Tengah, H Suhaili mengatakan meski menuai pro dan kontra di masyarakat, rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Rinjani akan terus berjalan. Source: Lombok Kita

👿 👿 Membaca berita diatas membuat saya merasa seperti kesetrum aliran listrik kereta gantung. Bangun pak! Ini sudah tahun 2017 dan bumi kita sudah sangat tua. Tidakkah Bapak turut merasakan perubahan cuaca yang luar biasa anehnya akibat global warming yang terjadi karena pembangunan yang tidak terkontrol dan tidak ramah lingkungan? Berbagai Negara di dunia tengah berlomba lomba mengkampanyekan ‘Sustainable Tourism’- Mengedepankan pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan. Bukan malah sebaliknya.

Ide pembangunan Kereta gantung ini justru mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan seperti di lansir oleh Lombok Kita.

“Bagus kalau ada ide kereta gantung,” kata Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemhub) Cucu Mulyana saat menerima kunjungan kerja pejabat Dinas Perhubungan dan DPRD NTB di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, meski secara regulasi izin pembangunan fasilitas kereta gantung tersebut berada di Direktorat Jenderal Perkeretaapian, namun secara pribadi dirinya sangat mendukung bila rencana tersebut benar-benar terwujud.

Karena, kata dia, di Indonesia belum ada fasilitas kereta gantung, seperti yang ada di negara-negara di Eropa, Asia, dan Australia.

kereta-gantung
Photo by Achensee

👿 👿 Silahkan liburan ke eropa saja pak. Indonesia ini jantung dunia karena alamnya yang masih cukup terawat. Itulah salah satu alas an kenapa orang orang Australia dan Eropa dating ke Indonesia. Mereka ingin ngadem pak.

Sementara itu, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi turut memberikan pendapat terkait pro kontra yang muncul di masyarakat akibat wacana pembangunan Kereta Gantung Rinjani.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini menegaskan pembangunan di kawasan hutan lindung tidak boleh dilakukan jika melanggar undang-undang.Masih banyak cara untuk memaksimalkan potensi Gunung Rinjani tanpa harus membangun fasilitas seperti kereta gantung.

“Kalau bisa kita melibatkan potensi tanpa menabrak UU justru jauh lebih baik.

“Perizinan kehutanan, apalagi di kawasan hutan lindung, itu sangat ketat,” kata gubernur.

🙂 🙂 Ini baru pendapat yang cerdas dan bijaksana.

Pendapat kami:
Jangankan kereta gantung, sepotong pipa dan sebiji batu bata-pun akan mencoreng keindahan alam Rinjani. “Nothing and No one can define the beauty of Nature”. Dunia mengenal Rinjani sebagai salah satu tujuan wisata alam dunia bukan sebagai arena bermain seperti Dufan atau Disneyland. Jangan bunuh identitas rinjani dengan ide ide gila yang kelak akan mempercepat hancurnya pariwisata NTB.

Wisatawan hingga saat ini masih antusias mendatangi NTB karena alamnya yang masih asri bukan karena ingin bermain di wahana wahana modern seperti Dufan atau Disneyland apalagi kereta gantung.  Segala bentuk wisata modern bisa dengan mudah mereka dapatkan di berbagai belahan dunia bahkan di negara mereka sendiri dengan kualitas yang mungkin tak kan bisa kita tandingi.

Mari bangun Pariwisata NTB sesuai dengan karakternya sendiri. Jangan memimpikan NTB menjadi Eropa, Australia atau Amerika.

Kami menyadari bahwa NTB masih sangat membutuhkan pembangunan yang merata, akan tetapi pemerintah juga harus bijaksana menimbang baik dan buruk dampak yang akan di akibatkan. Bangunlah pariwisata kami tetapi jangan hilangkan identitas masing masing tempat wisata yang kita miliki.

Catatan: Gunung Rinjani adalah gunung berapi ‘aktif’ tertinggi ke-2 di Indonesia setelah Gunung Kerinci. Bahkan gunung Rinjani adalah yang paling aktif di Indonesia. Yakinkah kalian ingin menanam ratusan besi baja, beton dan aliran listrik di badan rinjani? Hendaknya Bapak Bapak melakukan riset dan studi dulu dengan melibatkan para ahli sebelum membuat planning.

Satu hal lagi yang sangat menggelitik buat saya, ketika membaca sebuah tulisan yang mengatakan bahwa salah satu alasan membangun kereta gantung adalah agar para orang tua bias turut menikmati keindahan rinjani. Orang tua yang mana ya?